terima kasih telah mengunjungi blog ini, saya harap anda meninggalkan komentar berupa saran atau kritik di chat box yang sudah disediakan ,mohon maaf kalo masih mempunyai kekurangan dan terima kasih sudah mengunjungi blog ini
Survey
Thursday, June 9, 2016
Saturday, June 4, 2016
tugas bahasa inggris membuat video
saya mendapatkan tugas bahasa inggris, lalu saya mrmbuat video tentang teknokrat walau masih amatir yang penting sudah berusaha
silakan menonton dan jangan lupa berlangganan :
https://m.youtube.com/watch?v=Iy71caHDOlg&persist_app=1&app=m
silakan menonton dan jangan lupa berlangganan :
https://m.youtube.com/watch?v=Iy71caHDOlg&persist_app=1&app=m
Tuesday, May 31, 2016
Monday, April 11, 2016
Pasukan elite Filipina tak berdaya hadapi sergapan Abu Sayyaf
militer filipina latihan bersama as. ©2015 AFP PHOTO/TED Aljibe
Merdeka.com - Upaya Filipina untuk membebaskan 18 warga asing, termasuk 10 pelaut asal Indonesia dari tangan militan Abu Sayyaf menemui jalan buntu. Satu peleton pasukan yang diterjunkan ke Provinsi Basilan tak berdaya menghadapi hujan peluru yang dilancarkan para ekstremis tersebut.
Alhasil, 18 tentara tewas bersama dengan lima militan Islam setelah terlibat baku tembak selama 10 jam. Sedangkan 50 tentara lainnya mengalami luka-luka.
Harian Philippine Daily Inquirer sampai melaporkan, seluruh peleton 'dihabisi', dan empat di antaranya dipenggal. Padahal, pasukan yang dikirim merupakan pasukan elite di Filipina, yakni Pasukan Batalion Khusus Ke-4 dan Batalion Infanteri ke-44, mereka diadang lebih dari 100 militan Abu Sayyaf.
"Pasukan kami sedang akan menyerbu mereka. Di perjalanan kami disergap," kata Kolonel Benedict Manquiquis, juru bicara militer wilayah Basilan kepada stasiun radio DZRH, seperti dilansir BBC, Minggu (10/4).
Keberadaan mereka di provinsi tersebut adalah memburu militan Abu Sayyaf yang diinformasikan bersembunyi di Pulau Joso. Mereka berusaha mencium jejak kelompok yang berafiliasi dengan ISIS tersebut selama dua minggu terakhir.
Pasukan Batalion Khusus Ke-4 yang diterjunkan untuk memburu militan Abu Sayyaf bukan pasukan sembarangan, mereka merupakan bagian dari pasukan penerjun payung atau lintas udara. Pasukan ini berada di bawah komando Pasukan Resimen Khusus.
Pasukan elite ini berdiri pada 1960-an oleh Kapten (Inf) Fidel V Ramos, sekaligus komandan pertama di pasukan tersebut. Pasukan ini dilatih melalui Operasi Perang Non-konvensional dan Operasi Perang Psikologis, bahkan dilatig langsung oleh Pasukan Khusus AS yang dikenal dengan Baret Hijaunya.
Sejak berdiri, pasukan ini sudah diterjunkan untuk mengatasi pemberontakan dan terorisme, utamanya kelompok militan Moro. Kini, mereka ikut berhadapan dengan Abu Sayyaf dalam misi pembebasan sandera.
Sementara Batalion Infanteri ke-44 berada di bawah komando Divisi Regular Pertama, yang juga dikenal dengan nama Divisi Tabak. Pasukan ini terbentuk sejak 5 Mei 1936, serta ikut terlibat dalam pertempuran melawan Pasukan Jepang di kawasan Pasifik.
Saturday, April 9, 2016
4 Pertanyaan Ini Membuatmu Gelisah

SETELAH suami Rabi’ah al-‘Adawiyah wafat, Syekh Hasan al-Bashri beserta beberapa temannya meminta izin untuk menemuinya. Rabi’ah pun mengizinkan mereka untuk bertemu dengannya setelah ia mengulurkan tabir dan duduk di belakang tabir tersebut.
“Wahai para syekh, ada apa kiranya kalian bertandang ke rumahku ini?” tanya Rabi’ah.
Lalu, Syekh Hasan al-Bashri berkata, “Wahai Rabi’ah, suamimu telah meninggal dunia. Kami ke sini bermaksud meminangmu. Sudilah kiranya engkau memilih salah seorang diantara kami untuk dijadikan suami. Teman-temanku ini merupakan para ahli zuhud.”
“Terimakasih sebelumnya, ini sebuah kehormatan bagiku. Sebenarnya aku sangat senang dan memuliakan kalian. Akan tetapi, aku ingin mengajukan pertanyaan kepada kalian terlebih dahulu. Jika ada diantara kalian yang mampu menjawabnya, akan aku jadikan suamiku,” kata Rabi’ah.
Lalu, salah seorang teman Syekh Hasan al-Bashri berkata, “Orang yang paling alim diantara kami adalah Syekh Hasan al-Bashri. Maka, dialah yang akan menjawab pertanyaan yang akan kausampaikan.”
“Baiklah, jika Syekh mampu menjawab pertanyaanku maka aku bersedia menjadi suamimu,” kata Rabi’ah
“Silahkan. Mudah-mudahan aku mendapat pertolongan dari Allah untuk menjawab pertanyaan yang kauajukan.”
“Wahai Syekh, bagaimana pendapat Anda, jika aku meninggal dunia kelak, apakah aku masih dalam keadaan Islam ataukah kafir?”
“Kematian merupakan masalah gaib bagi para makhluk,” kata Syekh Hasan al-Bashri
Kemudian, Rabi’ah mulai mengajukan pertanyaan yang kedua, “Bagaimana pendapat Anda, bila aku telah dimasukkan ke dalam kubur, lalu Malaikat Munkar dan Nakir memberikan pertanyaan kepadaku, apakah aku dapat menjawab pertanyaan tersebut atau tidak?”
“Soal mampu atau tidak seseorang menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir juga masalah yang gaib,” jawab Syekh Hasan al-Bashri.
Kemudian, Rabi’ah mengajukan pertanyaan yang ketiga, “Jika seluruh manusia dikumpulkan di tempat pemberhentian seperti hari kiamat dan buku catatan berterbangan di bawab ‘Arsy, kemudian catatan tersebut diterimakan kepada para pemilknya. Sebagian ada yang menerima dengan tangan kanan, yakni orang yang mukmin dan taat. Dan sebagian menerimanya dengan tangn kiri dari arah belakang punggungnya, yaitu orang kafir, maka apakah aku akan menerima catatan amalku menggunakan tangan kanan ataukah tangan kiri?”
“Itu juga perkara gaib,” jawab Syekh Hasan al-Bashri.
Kemudian, Rabi’ah mengajukan pertanyaan ke empat, “Jika hari kiamat kelak seluruh manusia dipanggil. Sebagian ada yang ditempatkan di syurga dan ada yang di neraka. Maka menurut Anda, aku akan diletakkan di mana, surga atau neraka?”
“Syurga dan neraka adalah perkara yang gaib,” jawab Syekh Hasan al-Bashri.
Setelah mendengar jawaban Syekh Hasan al-Bashri, Rabi’ah berkata, “ Wahai Syekh, apakah orang yang selalu gelisah atas keempat pertanyaan tersebut masih membutuhkan suami atau menghabiskan waktunya hanya untuk mencari suami?”
Syekh Hasan al-Bashri dan teman-temannya hanya bisa terdiam, mereka pun pamit dan meninggalkan rumah Rabi’ah al-Adawiyah. [reni/islampos]
Sumber : Saifudin, Ahmad. 2014. Islam Itu Penuh dengan Cinta: Yogyakarta. Pustaka Almajaya.
https://www.islampos.com/4-pertanyaan-ini-membuatmu-gelisah-165527/
Inilah Balasan Orang yang Kejam terhadap Kucing

APAKAH Anda salah satu penggemar kucing peliharaan? Kalaulah senang memelihara kucing, maka ikutilah hal-hal yang harus diperhatikan agar kita mendapat ridho Allah dan dijauhi dari murka-Nya kucing.
Kucing, sebagian memiliki karakter dan wajah yang lucu dan menggemaskan. Namun bagaimana dengan seorang yang senang memelihara namun malah menelantarkannya?
Seperti kisah berikut ini adalah yang bertentangan dengan sifat kasih sayang dari seorang wanita yang mengurung seekor kucing tanpa memberi makan dan minum Ia menganiaya kucing tersebut, tidak memberinya makan.
Alangkah kejamnya orang yang demikian, memelihara hewan berarti harus memenuhi pula segala kebutuhannya. Karena dengan hanya gemar saja khawatir kucing akan merasa tersiksa dan terlantar. Sehingga jikalau kita akan memelihara makhluk hidup maka diharuskan untuk dapat mengetahui resiko dan keperluan yang disyaratkan.
Karena hukuman bagi mereka yang menyakiti atau menganiaya hewan yang lemah dan lucu ini, adalah siksa neraka.
Begitupun kisah kucing, sudah ada sejak jaman Rasulullah SAW, bahkan kucing merupakan kesayangannya. Beliau sangat menyayanginya hingga ia selalu menjaganya dengan baik.
Oleh karena itu, sebelum kita memelihara kucing alangkah baiknya kita harus meniru bagaimana Rasul memelihara kucing.
Beliau memberi nama Kucing kesayangannya itu Mueeza. Suatu hari,ketika Nabi hendak berpergian dan ingin mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur di atas jubah Rosul. Sudah tau kan yang namanya kucing kesayangan kalau sedang tidur imutnya seperti apa? Tanpa ingin mengganggu kucing kesayangan Nabi itu terlelap, Nabi memotong sebelah lengan jubahNya yang di tiduri oleh Mueeza. Subhanallah. Mulia sekali perbuatan Nabi. Nabi pun pergi keluar rumah meninggalkan Mueeza yang sedang terlelap.
Ketika Nabi pulang kembali ke rumah, Mueeza terbangun,dan merunduk kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menunjukkan kasih sayangnya kepada Mueeza dengan mengelus lembut ke badan mungil Mueeza.
Dalam aktivitas lain, ketika Nabi menerima tamu, Beliau selalu menggendong Mueeza, dan ketika duduk, Nabi meletakkan Mueeza di pahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi suka adalah Ia selalu Mengeong ketika mendengar Adzan, seolah-olah suara meongannya terdengan mengikuti lantunan suara adzan. Bahkan Nabi pernah berpesan kepada para sahabatnya untuk menyayangi kucing peliharaannya sepeti menyayangi keluarganya sendiri.
Beberapa diantara orang terdekat nabi juga memelihara kucing. Aisya binti Abubakar Shiddiq,Istri nabi sangat menyayangi Kucing, dan merasa sangat kehiliangan dikala ditinggal pergi oleh Kucingnya.Kemudian orang terdekat Nabi yang juga suka dengan Kucing, adalah Abdurrahman Bin Sahkr al Azdi ,beliau diberi julukanAbu Huruyrah atau Bapak para kucing jantan,karena kegemarannya memlihara dan merawat berbagai kucing jantang di rumahnya.
Jadi dari kisah di atas, jika kita memiliki hewan peliharaan khususnya kucing, maka rawatlah dia dan sayangilah dia , karena itu merupakan tanggung jawab kita dan kewajiban kita sebagai majikannya. Dan Allah SWT menyukai orang yang mempunyai rasa kasihan dan penyayang, maka balasan yang diberikan Allah adalah syurga dan ganjaran yang baik. Semoga kita dilindungi Allah dari siksa dan kemurkaan-Nya []
Sumber: 40 Kisah Pengantar Anak Tidur/Karya: Najwa Husein Abdul Aziz/Penerbit: Gema Insani
link : https://www.islampos.com/i-feel-like-disco-ich-fuhl-mich-disco-2013-170736/
TKI dideportasi di Nunukan beralih jadi pelacur, Satpol PP terlibat
Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Jumat, 8 April 2016 11:28
1982
Merdeka.com - Penanganan perempuan warga Indonesia menjadi perantau ilegal dan dideportasi pemerintah Kerajaan Malaysia, lantas berakhir di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, ternyata serampangan. Pemerintah Kabupaten Nunukan, merasa selama ini mereka seolah menjadi daerah buangan tenaga kerja Indonesia liar, sehingga menimbulkan permasalahan sosial di daerah itu.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang mengatakan, Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Nunukan yang bertanggung jawab terhadap para TKI diusir dari Malaysia itu tidak transparan. Alhasil, penanganannya menjadi tidak jelas.
1982
Merdeka.com - Penanganan perempuan warga Indonesia menjadi perantau ilegal dan dideportasi pemerintah Kerajaan Malaysia, lantas berakhir di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, ternyata serampangan. Pemerintah Kabupaten Nunukan, merasa selama ini mereka seolah menjadi daerah buangan tenaga kerja Indonesia liar, sehingga menimbulkan permasalahan sosial di daerah itu.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang mengatakan, Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Nunukan yang bertanggung jawab terhadap para TKI diusir dari Malaysia itu tidak transparan. Alhasil, penanganannya menjadi tidak jelas.
Subscribe to:
Posts (Atom)