Survey

Monday, April 11, 2016

Pasukan elite Filipina tak berdaya hadapi sergapan Abu Sayyaf



militer filipina latihan bersama as. ©2015 AFP PHOTO/TED Aljibe




Merdeka.com - Upaya Filipina untuk membebaskan 18 warga asing, termasuk 10 pelaut asal Indonesia dari tangan militan Abu Sayyaf menemui jalan buntu. Satu peleton pasukan yang diterjunkan ke Provinsi Basilan tak berdaya menghadapi hujan peluru yang dilancarkan para ekstremis tersebut.


Alhasil, 18 tentara tewas bersama dengan lima militan Islam setelah terlibat baku tembak selama 10 jam. Sedangkan 50 tentara lainnya mengalami luka-luka.

Harian Philippine Daily Inquirer sampai melaporkan, seluruh peleton 'dihabisi', dan empat di antaranya dipenggal. Padahal, pasukan yang dikirim merupakan pasukan elite di Filipina, yakni Pasukan Batalion Khusus Ke-4 dan Batalion Infanteri ke-44, mereka diadang lebih dari 100 militan Abu Sayyaf.




"Pasukan kami sedang akan menyerbu mereka. Di perjalanan kami disergap," kata Kolonel Benedict Manquiquis, juru bicara militer wilayah Basilan kepada stasiun radio DZRH, seperti dilansir BBC, Minggu (10/4).

Keberadaan mereka di provinsi tersebut adalah memburu militan Abu Sayyaf yang diinformasikan bersembunyi di Pulau Joso. Mereka berusaha mencium jejak kelompok yang berafiliasi dengan ISIS tersebut selama dua minggu terakhir.

Pasukan Batalion Khusus Ke-4 yang diterjunkan untuk memburu militan Abu Sayyaf bukan pasukan sembarangan, mereka merupakan bagian dari pasukan penerjun payung atau lintas udara. Pasukan ini berada di bawah komando Pasukan Resimen Khusus.

Pasukan elite ini berdiri pada 1960-an oleh Kapten (Inf) Fidel V Ramos, sekaligus komandan pertama di pasukan tersebut. Pasukan ini dilatih melalui Operasi Perang Non-konvensional dan Operasi Perang Psikologis, bahkan dilatig langsung oleh Pasukan Khusus AS yang dikenal dengan Baret Hijaunya.



Sejak berdiri, pasukan ini sudah diterjunkan untuk mengatasi pemberontakan dan terorisme, utamanya kelompok militan Moro. Kini, mereka ikut berhadapan dengan Abu Sayyaf dalam misi pembebasan sandera.

Sementara Batalion Infanteri ke-44 berada di bawah komando Divisi Regular Pertama, yang juga dikenal dengan nama Divisi Tabak. Pasukan ini terbentuk sejak 5 Mei 1936, serta ikut terlibat dalam pertempuran melawan Pasukan Jepang di kawasan Pasifik.

Saturday, April 9, 2016

4 Pertanyaan Ini Membuatmu Gelisah

empat jari tangan


SETELAH suami Rabi’ah al-‘Adawiyah wafat, Syekh Hasan al-Bashri beserta beberapa temannya meminta izin untuk menemuinya. Rabi’ah pun mengizinkan mereka untuk bertemu dengannya setelah ia mengulurkan tabir dan duduk di belakang tabir tersebut.
“Wahai para syekh, ada apa kiranya kalian bertandang ke rumahku ini?” tanya Rabi’ah.
Lalu, Syekh Hasan al-Bashri berkata, “Wahai Rabi’ah, suamimu telah meninggal dunia. Kami ke sini bermaksud meminangmu. Sudilah kiranya engkau memilih salah seorang diantara kami untuk dijadikan suami. Teman-temanku ini merupakan para ahli zuhud.”
“Terimakasih sebelumnya, ini sebuah kehormatan bagiku. Sebenarnya aku sangat senang dan memuliakan kalian. Akan tetapi, aku ingin mengajukan pertanyaan kepada kalian terlebih dahulu. Jika ada diantara kalian yang mampu menjawabnya, akan aku jadikan suamiku,” kata Rabi’ah.
Lalu, salah seorang teman Syekh Hasan al-Bashri berkata, “Orang yang paling alim diantara kami adalah Syekh Hasan al-Bashri. Maka, dialah yang akan menjawab pertanyaan yang akan kausampaikan.”
“Baiklah, jika Syekh mampu menjawab pertanyaanku maka aku bersedia menjadi suamimu,” kata Rabi’ah
“Silahkan. Mudah-mudahan aku mendapat pertolongan dari Allah untuk menjawab pertanyaan yang kauajukan.”
“Wahai Syekh, bagaimana pendapat Anda, jika aku meninggal dunia kelak, apakah aku masih dalam keadaan Islam ataukah kafir?”
“Kematian merupakan masalah gaib bagi para makhluk,” kata Syekh Hasan al-Bashri
Kemudian, Rabi’ah mulai mengajukan pertanyaan yang kedua, “Bagaimana pendapat Anda, bila aku telah dimasukkan ke dalam kubur, lalu Malaikat Munkar dan Nakir memberikan pertanyaan kepadaku, apakah aku dapat menjawab pertanyaan tersebut atau tidak?”
“Soal mampu atau tidak seseorang menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir juga masalah yang gaib,” jawab Syekh Hasan al-Bashri.
Kemudian, Rabi’ah mengajukan pertanyaan yang ketiga, “Jika seluruh manusia dikumpulkan di tempat pemberhentian seperti hari kiamat dan buku catatan berterbangan di bawab ‘Arsy, kemudian catatan tersebut diterimakan kepada para pemilknya. Sebagian ada yang menerima dengan tangan kanan, yakni orang yang mukmin dan taat. Dan sebagian menerimanya dengan tangn kiri dari arah belakang punggungnya, yaitu orang kafir, maka apakah aku akan menerima catatan amalku menggunakan tangan kanan ataukah tangan kiri?”
“Itu juga perkara gaib,” jawab Syekh Hasan al-Bashri.
Kemudian, Rabi’ah mengajukan pertanyaan ke empat, “Jika hari kiamat kelak seluruh manusia dipanggil. Sebagian ada yang ditempatkan di syurga dan ada yang di neraka. Maka menurut Anda, aku akan diletakkan di mana, surga atau neraka?”
“Syurga dan neraka adalah perkara yang gaib,” jawab Syekh Hasan al-Bashri.
Setelah mendengar jawaban Syekh Hasan al-Bashri, Rabi’ah berkata, “ Wahai Syekh, apakah orang yang selalu gelisah atas keempat pertanyaan tersebut masih membutuhkan suami atau menghabiskan waktunya hanya untuk mencari suami?”
Syekh Hasan al-Bashri dan teman-temannya hanya bisa terdiam, mereka pun pamit dan meninggalkan rumah Rabi’ah al-Adawiyah. [reni/islampos]
Sumber : Saifudin, Ahmad. 2014. Islam Itu Penuh dengan Cinta: Yogyakarta. Pustaka Almajaya.

https://www.islampos.com/4-pertanyaan-ini-membuatmu-gelisah-165527/

Inilah Balasan Orang yang Kejam terhadap Kucing

kucing

TKI dideportasi di Nunukan beralih jadi pelacur, Satpol PP terlibat

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Jumat, 8 April 2016 11:28
1982

Merdeka.com - Penanganan perempuan warga Indonesia menjadi perantau ilegal dan dideportasi pemerintah Kerajaan Malaysia, lantas berakhir di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, ternyata serampangan. Pemerintah Kabupaten Nunukan, merasa selama ini mereka seolah menjadi daerah buangan tenaga kerja Indonesia liar, sehingga menimbulkan permasalahan sosial di daerah itu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang mengatakan, Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Nunukan yang bertanggung jawab terhadap para TKI diusir dari Malaysia itu tidak transparan. Alhasil, penanganannya menjadi tidak jelas.

Friday, April 8, 2016

Cara Membuat Blog Gratis di Blogspot

Bagaimana Cara Membuat Blog Gratis di Blogspot? simak tutorial yg saya berikan ini. Cara Membuat Blog Gratis di Blogger. Berbicara Mengenai Cara Membuat Blog Gratis sebenarnya Sangat Gampang bagi anda yang sudah Biasa Berkecimpung di dunia Blogger, Namun gimana dengan yang masih Awam? yup Bener sekali tentunya Anda harus mempunyai Panduan Agar Bisa Membuat Blog Dengan Mudah Di Blogspot. Oke Mari kita Mulai Cara Membuat Blog Gratis dengan Mudah Dan Cepat. dan Silahkan Simak Langkah Demi Langkah Dibawah ini.

Pertama Anda Harus Mempunya email di Gmail.com. Belum Punya daftar Dulu Baca Cara Mudah Membuat Akun Gmail.
Jangan Lupa Verifikasi Akun Anda Dengan Memasukkan NOPE anda.

Yang Nyebelin Pas Tarawih

Di bulan puasa, ternyata aja hal yang nyebelin. Misalnya aja pas tarawih, hal-hal nyebelin kayak godaan ngikut temen untuk bolos tarawih selalu aja ada. Dan pada akhirnya, ngikut juga bolos tarawih.

Ada juga hal-hal lain yang nyebelin di saat lagi tarawih. Apa aja? Ikutin NYUNYU terus.

1. Diajak Suit Pas Takhiyat

Kalau lagi takhiyat, biasanya jari telunjuk kita nunjuk di tengah bacaan. Ternyata, hal itu biasanya dijadikan mainan sama temen kita. iya, misalnya pas kita lagi nunjuk, eh temen kita malah nunjuk pake jempol dan ngajak suit ke kita. al hasil, karena udah dijailin gitu, kita jadi pengen ketawa. Dan, batal deh! Tahu dijailin gitu mending gak usah nunjuk aja pas takhiyat, kasih aja langsung kelingking ke temen kita yang ngasih jempol tadi. Kalah deh dia!

Pelajari 50 Kebiasaan Ini Untuk Meraih Kesuksesan



Pelajari 50 Kebiasaan Ini Untuk Meraih Kesuksesan -Cara agar bisa sukses - Sukses bermula dari mental. Anda bisa saja miskin namun jika Anda yakin bahwa Anda bisa sukses, maka itulah yang akan Anda raih. Demikian juga sebaliknya, jika seseorang terlahir kaya, namun tidak memiliki mental sukses, maka kelak ia pun bisa jatuh melarat.


Tak peduli apa pun yang menjadi profesi kerja Anda sekarang, apakah karyawan rendahan atau bos sekalipun, Anda bisa meraih sukses dengan mengembangkan 50 kebiasaan sukses ini. Namun, ingat juga bahwa ukuran kesuksesan bukanlah uang, melainkan mental puas itu sendiri.


Berikut Kebiasaan yang perlu dikembangkan :


1.Carilah dan temukan kesempatan di mana orang lain saat orang lain gagal menemukannya.
2.Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran an bukannya kesulitan belaka.
3.Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada.
4.Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada.
5.Orang sukses bisa merasa takut, namun mereka kemudian mengendalikan dan mengatasinya.
6.Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga menegaskan kualitas pikiran dan emosional yang positif.

Total Pageviews